Senin, 08 April 2019

Modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia'

Modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia' - Assalamualaikum Moms..
Selamat Pagi..



Orang tua mana yang tidak ingin anaknya memiliki tumbuh dan kembang yang baik? Pasti semua orang tua mengingninkan hal itu kan. Namun, terbentur dengan kekhawatiran akan terjadi suatu hal negatif atau dampak dari keaktifan sang anak seperti terjatuh, sakit dan lain-lain.

Hal itu yang aku rasakan saat mengasuh Zalwa. Zalwa adalah anak pertamaku yang sampai saat ini masih menjadi satu-satunya. Dalam mengurus Zalwa aku hanya mengandalkan saran-saran dan informasi yang kudapatkan dari sekitar karena aku tinggal lumayan jauh dari orang tua. Biasanya saat Zalwa akan memulai bermain dengan hal yang baru aku akan mulai khawatir dan berkata "Jangan".


Zalwa selalu menurut, Aku senang akan hal itu. Zalwa tumbuh jadi anak manis yang selalu menuruti apa yang bundanya katakan. Bahkan sekarang di usianya yang sudah menginjak 3 tahun, hal apapun yang ingin Zalwa lakukan pastilah harus meminta persetujuan dar bundanya. Contohnya hal sepele seperti memakan kue, Zalwa akan sedikit melihat kearahku dan menunggu persetujuan.



Apakah itu sebuah pencapaian? Yes! awalnya aku berfikir ini adalah sebuah pencapaian.
Namun kalau diperhatikan Zalwa tumbuh tidak seberani anak lain seusianya, Memang Zalwa anak yang manis dan kalem tapi bisa dibilang Zalwa kurang berani. 


Bunda Ratih Ibrahim berada ditengah

Setelah berkonsultasi dengan Bunda Ratih Ibrahim, Psikolog yang aku temui saat Pelantikan Dancow Inspiring Mom Batch 2, Bunda Ratih menganggap Zalwa kurang berani dan aktif karena selalu ditekan dengan kata jangan dan kalimat menakuti.

Modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia - 'Memang aku akui aku sering sekali bilang "Jangan" dan kalimat menakuti seperti "Nanti Jatuh" "Nanti Rusak" "Nanti Sakit" dll.
Menurut Bunda Ratih, Anak seusia Zalwa akan merekam apapun yang dia lihat dan dia dengar. Zalwa terbiasa dilarang dan ditakuti maka Zalwa akan takut untuk mencoba hal baru karena tau akan dilarang bundanya.

Apa dampak negatifnya? ya Zalwa tidak tumbuh seberani dan seaktif anak lain. dia cenderung berhati-hati dan takut dalam melakukan sesuatu yang baru dan cenderung tidak ingin mencoba hal yang baru.

Lalu apa yang bisa bunda berikan? Memberi kepercayaan dan support.
Memang tidak semudah melakukannya kepada anak normal namun bunda harus tetap membiarkan Zalwa mengeksplorasi hal baru dengan dampingan dan support agar Zalwa bisa tumbuh menjadi anak yang berani.

Tidak Menggunakan Kata Jangan

"Jangan" ini lah yang sudah terpatri difikiran Zalwa hingga dia takut untuk melakukan sesuatu yang baru. Kata jangan ini pun perlu dihilangkan.

Bagaimana Cara Menghilangkannya?

"Bunda khawatir kalau tidak dilarang (Jangan) Zalwa akan melakukan hal yang membahayakan dirinya" 



Memang! Namun kata jangan dapat diubah menjadi kalimat yang positif dan dapat membangun kepercayaan diri anak seperti "Iya boleh tapi harus hati-hati ya nak". Dengan penggunaan kalimat ini bunda sama saja sudah memberikan support dan kepercayaan kepada anak untuk bisa menjaga dirinya dengan berhati-hati.

Selaras dengan hal ini, pada bulan februari lalu Dancow Advance Excelnutri+ Meluncurkan Kampanye Gerakan 1 Juta Iya Boleh untuk membantu para orang tua memahami pentingnya dukungan terhadap eksplorasi dan sosialisasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia. Dan dalam hitungan 2 bulan Dancow berhasiil mengumpulkan lebih dari 1 juta 'Iya Boleh' dari orang tua di seluruh indonesia.



Untuk melanjutkan Gerakan '1 juta iya boleh' Dancow Advance Excelnutri+ meluncurkan modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesis' Modul ini tersedia dan dapat diakses serta dapat diunduh secara gratis di website Dancow Parenting Center sehingga sangat mudah untuk dijangkau para orang tua diseluruh Indonesia dan berdampak positif bagi Anak Indonesia. 

Dengan Modul ini diharapkan para orang tua dapat terus mendorong si kecil berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia dengan lima karakteristik kunci yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan berjiwa Pemimpin.

Menurutku Modul ini dapat dijadikan pedoman untuk mengasuh anak khususnya untuk orang tua baru sepertiku dan pasti masih banyak lagi di seluruh Indonesia karena sebagaimana yang sudah kita ketahui, biasanya kami mencari informasi tentang pola asuh anak hanya melalui internet namun semakin lama informasi yang ada justru tidak semuanya benar, nah dengan adanya modul ini kami dapat dengan mudah mendapatkan informasi valid yang dapat menjadai pedoman.

Modul ini juga diharapkan dapat berperan dalam mempersiapkan generasi emas 2045. Diperkirakan dalam periode 2020-2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana 70% penduduk Indonesia yang berusia produktif (15-64 tahun) di proyeksikan menjadi salah satu dari 7 kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Jadi mari Moms siapkan Putra dan Putri kita untuk menjadi pemimpin Dunia dimasa yang akan datang. Karena kitalah yang memiliki peran terpenting dalam hal ini. 
yuk download Modul 'Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia'

Tidak ada komentar:

Anak Tidak Perlu Imunisasi, Yakin?

Assalamualaikum.. Tanya dong, Siapa disini yang anaknya sudah menerima Imunisasi Dasar Lengkap? Banyak yaa. Tapi ternyata banyak juga...