Kamis, 26 April 2018

Belajar dari Awkarin untuk Mendidik Anak : Untuk Orang Tua Sibuk


Karin Novilda dan Anya Geraldine adalah dua selebritas media sosial yang sedang nge-hits di kalangan remaja saat ini. Banyak anak muda menjadikan Karin sebagai kiblat fashion.


Mereka bisa mencontek berpakaian Karin yang trendy -meski terlalu terbuka di sana-sini- di akun instagram Awkarin. Selain itu, anak-anak baru gede yang masih berseragam putih-biru juga bisa melihat gaya berpacaran Anya dan kekasihnya yang terbilang vulgar.

Belakangan postingan-postingan Awkarin dan Anya dianggap meresahkan masyarakat. Para orangtua takut anak-anak mengikuti perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku.


Pada akhirnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia pun turut campur tangan dengan memanggil dan menasihati Karin serta memperingatkan Anya untuk membenahi media sosialnya.
Sebagai orangtua, Anda bisa belajar dari cerita Karin dan Anya. 

Jadikan kisah ini sebagai peringatan buat Anda agar memerhatikan perilaku anak di rumah, di sekolah dan di media sosial. Namun, bagaimana cara mendidik anak dengan baik jika orangtua selalu sibuk dengan urusan kantor dan tidak punya banyak waktu untuk bertemu anak?

Memang benar, berbagai kesibukan di kantor membuat Anda tidak bisa mengawasi anak setiap saat. Maka Anda bisa melakukan cara-cara efektif untuk mendidik anak agar bisa menjadi pribadi yang baik. Berikut beberapa tips parenting agar anak bisa mandiri dan bertanggungjawab.

Membangun kemandirian dan kebiasaan baik

Kebanyakan orangtua lebih fokus pada anak saat mereka membuat kesalahan. Jadi, beberapa anak sengaja melakukan kenakalan untuk mencari perhatian. Apalagi jika anak merasa diabaikan oleh orangtua yang sibuk dengan pekerjaan.

Maka, Anda harus membangun kemandirian dan rasa tanggungjawab pada anak dengan cara yang lebih positif. Misalnya, ketika anak membuang sampah sembarangan, Anda tidak perlu langsung memarahinya.

Anda bisa bilang,”Kalau kamu membuang sampah pada tempatnya, maka kamu telah membantu orangtua dengan tidak membuat rumah menjadi kotor.” Pastikan anak mendapat pesan positif dan mengulangi perilaku yang baik.



Cara yang negatif tidak bisa digunakan untuk mendapatkan keinginan


Biasanya, anak-anak akan meminta perhatian orang tua dengan beberapa perilaku buruk seperti merengek, mengeluh, menunda pekerjaan dan sebagainya. Anda tidak perlu menanggapi setiap rengekan mereka.
Anda juga harus konsisten untuk mengacuhkan sikap manja anak-anak. Jika Anda konsisten, maka mereka akan memahami kalau usaha mencari perhatian oranguta dengan cara negatif tidak akan berhasil.



Melatih anak untuk bertanggungjawab atas tugasnya


Mungkin Anda selalu bersusah payah untuk menyuruh anak mengerjakan tugas sekolahnya. Dia baru mau bergerak setelah Anda mengingatkannya beberapa kali.
Anda bisa mengubah strategi untuk membuat anak lebih mandiri dan mau melakukan pekerjaan rumah tanpa disuruh. Caranya dengan meminta anak untuk melakukan pekerjaan rumah sekali saja, tidak perlu diulang.

Anda bisa membiarkannya memilih untuk tidak melakukan perintah dan tidak bertanggungjawab atas tugasnya. Jika tidak mau mengerjakan tugas, biarkan anak merasakan konsekuensi atas perbuaannya. Misalnya, dia harus mengerjakan tugas larut malam dalam keadaan setengah mengantuk.



Berikan waktu Anda sebagai hadiah atas perbuatan baik anak


Waktu luang Anda adalah hal yang paling berharga untuk anak. Mereka berharap selalu bisa bertemu dengan orangtua yang sehari-hari sibuk bekerja. Maka, Anda harus bisa berjanji untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama jika anak berbuat baik.

Ketika kedua orangtua bekerja, anak-anak akan merasa tersisih. Kehadiran pengasuh, kerabat dekat atau bahkan nenek dan kakek tidak bisa menggantikan ayah dan ibu mereka. Maka, meski Anda sedang sangat sibuk, cobalah luangkan waktu untuk anak-anak.
Buat Anda yang sangat sibuk di kantor, berikut beberapa tips memberi perhatian pada anak.

Pelukan. Mungkin Anda tidak bisa bertemu anak selama satu jam. Tapi, Anda pasti punya waktu dua sampai tiga detik untuk memeluknya sebelum berangkat ke kantor.

Telepon. Anda bisa meluangkan waktu sejenak di sela-sela jam kerja untuk menelepon anak. Dia akan merasa bahwa ayah dan ibu ingin mendengar suaranya walaupun sebentar saja.

Ritual sebelum tidur. Jika sampai di rumah sebelum anak terlelap, maka Anda bisa meluangkan waktu untuk berbicara kepadanya sebelum tidur. Anda bisa bercerita pengalaman lucu dan buruk kepada anak. Dia juga akan mengungkapkan pengalaman di sekolah.

Menulis pesan. Jika harus pergi ke kantor sebelum anak terbangun, Anda bisa menulis pesan semangat di kotak makanan yang akan dibawa si kecil ke sekolah. Anda juga bisa menulis pesan di cermin atau meninggalkan secarik kertas di sebelah bantalnya.
Jika tetap tidak punya waktu untuk melakukan hal sederhana seperti yang disebutkan di atas, mungkin Anda bisa berpikir untuk meninggalkan pekerjaan yang sekarang.

Anda bisa mencari perusahaan lain dengan jadwal kerja lebih longgar. Sehingga Anda punya waktu luang untuk anak. Atau, Anda juga bisa memilih kerja paruh waktu sebagai tenaga kerja lepas. Semua tergantung pada prioritas hidup Anda. Apakah Anda lebih memilih karier atau anak?

Ketika anak-anak mendapat perhatian dari orangtuanya, kemungkinan dia mencari perhatian dari orang lain lebih kecil. Saat berhasil mendidik anak menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggungjawab, maka Anda tidak perlu terlalu khawatir pada perilakunya di luar rumah.
Posting Komentar

3 Fungsi Penting Komunikasi dalam Keluarga

Hai Hai Assalamualaikum Siapa disini yang gak punya keluarga? wah pasti gaada dong ya karena setiap orang pasti hidup didalam keluarga...