Senin, 03 Juni 2019

Dampak Kebahagiaan Dalam Proses Tumbuh Kembang Anak



Setiap orang tua pasti akan melakukan segala hal agar anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Moms, Biasanya apa sih hal yang penting dalam proses tumbuh kembang buah hati? Kalau untuk saya pribadi, saya prefer mencukupi segala nutrisi yang diperlukan. namun kenyataannya, untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal bukan hanya nutrisi yang anak butuhkan.

Banyak hal yang harus diperhatikan agar tumbuh kembang anak menjadi optimal. Selain asupan nutrisi bergizi yang berguna untuk pertumbuhan anak, orangtua juga harus memperhatikan kebahagiaan anak dan keluarga. 


Kebahagiaan sangat berpengaruh terhadap kecerdasan emosional dan sosial seorang anak. Kecerdasan tersebut tentunya memberikan dampak ketika anak dewasa. Anak-anak yang tumbuh dengan bahagia akan memiliki kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, kemampuan sosial, dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik. 


Semua sifat tersebut mempengaruhi berbagai aspek di masa depan seperti keberhasilan pendidikan, kesuksesan karir, dan pencapaian hal penting lainnya. Kebahagiaan anak dipengaruhi oleh interaksi sosial positif yang melibatkan anggota keluarga, salah satunya orangtua. Penting bagi orangtua untuk menghabiskan waktu bersama anak. Usahakan untuk selalu gembira dan tersenyum saat sedang bersama anak. Jangan pernah dekat sama anak tetapi raut wajah orangtua malah cemberut. Hal itu bisa menular kepada anak.

Jika orangtua memiliki waktu yang berkualitas dengan anak, mereka semakin mengenal anak dan diri sendiri secara lebih baik terutama dalam hal kebahagiaan. Saat orangtua sudah mengetahui apa yang membuat dirinya bahagia, otomatis orangtua akan melakukan hal tersebut. Kebahagiaan yang mereka rasakan bisa ditularkan kepada anak yang pada akhirnya mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang lebih optimal. 

Selain itu, kebahagiaan bisa membuat saluran pencernaan terhindar dari gangguan. Tingkat kebahagiaan seorang anak bisa dilihat dari tingkah lakunya. Anak yang bahagia cenderung aktif, ceria, gembira, suka tertawa, mudah beradaptasi, semangat tinggi, dekat dengan orangtua, kreatif, dan lainnya. Rasa bahagia itu bisa didapatkan dari hormon yang dikeluarkan oleh tubuh. Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan baik orangtua maupun anak untuk mengeluarkan hormon tersebut.
  • Merayakan prestasi atau pencapaian. 
  • Beraktivitas di luar ruangan, terkena matahari, dan membantu orang lain. 
  • Lalu berolahraga dan menghirup aromaterapi. 
  • Sentuhan fisik dan pelukan.
Anak memang merupakan mesin fotocopy yang super duper canggih. Beberapa minggu lalu saya sempat bilang ke Zalwa kalau saya gak suka lihat Zalwa main handphone dan kemarin malam saat saya sedang sibuk dengan gadget Zalwa nangis sambil mengatakan hal yang sama.

Pernah juga saya meledak karena sudah terlalu lelah namun Zalwa masih saja crangky sampai malam dan sejak saat itu Zalwa jadi lebih mudah marah. dan saya tidak bisa menyalahkan hal itu kepada Zalwa karena saya lah "Guru" nya.

Moms juga harus mulai belajar mengenalkan emosi kepada anak seperti bersyukur, bahagia, sedih dan lain-lain. Karena beberapa anak akan tantrum karena tidak bisa mengatakan apa yang mereka rasakan.

Zalwa pernah tantrum saat minta dibelikan mainan di suatu tempat dan saya saat itu cuma tau anak saya tantrum. Namun akhir-akhir ini saya mencoba mengenalkan emosi seperti saat dia menangis, saya bilang "Zalwa sedih ya, sebel ya. Maafin bunda ya!"

Dan tau apa yang terjadi? Beberapa hari kemudian dia bilang "Bunda, dede cedih gapunya mainan" dan dia gak tantrum karena sudah memahami cara mengekspresikan emosi gak harus pakai tantrum.

Happy deh!



Oh iya jangan sampai juga kita mengabaikan asupan nutrisi yang dikonsumsi anak. Karena Nutrisi dan Kebahagiaan harus berjalan berdampingan kan. Kalau saya mempercayakannya pada Nestlé LACTOGROW dengan HAPPYNUTRI yang mengandung 12 vitamin, 7 mineral, minyak ikan, omega 3&6 dan kalsium yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan anak :)

 *WHO merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayi. Baca label sebelum membeli

2 komentar:

ayu anggarini mengatakan...

Waaah makasi banyak infonya mba.. Anakku juga pakai Lactogrow, memang penting bgt mstiin segala nutrisi anak yg masuk kedalam tubuh

Uchy Sudhanto mengatakan...

hiksss langsung merasa tertampar, anak memang fotokopi kita banget ya

Buruknya Kualitas Udara Di Jabodetabek

Halo dear. Kalian Merasa gak kalau beberapa pekan ini terlihat kabut atau embun yang menutup pandangan, ketika melihat gedung-gedung p...