Kamis, 27 Juni 2019

Solusi Agar Terhindar dari Penyakit Jantung dan Pengobatan Mahalnya

Assalamualaikum Semua..

pertama-tama aku ingin mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin kalau selama aku menulis ada kata-kata yang melukai hati ataupun tidak berkenan dengan para pembaca sekalian.

Masih suasana idul fitri seperti ini aku selalu meminta maaf saat ketemu orang-orang yang belum sempat aku temui saat idul fitri kemarin. Namun kadang beberapa dari mereka menganggap ini merupakan hal yang "Basi" karena idul fitrinya sudah lewat.

Padahal meminta maaf bukan cuma bisa dilakukan saat idul fitri kan, sebagai manusia pastinya kita menjadi tempat salah dan dosa. gak mau dong meninggalkan dunia dengan menyisakan luka dihati orang-orang yang kita kenal? Duh jadi serius banget ya pembahasanku hehe.



ngomong-ngomong kalian tau gak sih kalau tingkat kematian di Indonesia karena penyakit kritis itu sangat tinggi lho! Bahkan menurut data dari WHO penyakit jantung merupakan penyakit kritis yang ada diurutan paling atas. Di Indonesia sendiri 43% penyebab kematian adalah penyakit jantung.

Oleh karena itu di tanggal 27 Juni 2019 AXA Mandiri mengadakan sebuah health talk bersama MRCCC Siloam Hospital Semanggi yang bertema Cegah dan Pahami Penyakit Kritis Sejak Dini.



Diacara ini hadir dr. Indra Manullang, SpPD, KKV (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular). Beliau menjelaskan tentang penyakit Kardiovaskular atau penyakit jantung.

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Jenis penyakit jantung dan pembuluh darah yang banyak terjadi adalah penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit ini sering disebut “silent killer” (pembunuh tak bersuara) karena dalam banyak kasus, seseorang tidak menyadari memiliki penyakit ini hingga mereka menunjukkan tanda-tanda serangan jantung atau gagal jantung. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memerhatikan gejala penyakit jantung sejak dini. Penyakit ini terkadang bisa dideteksi lebih awal dengan pemeriksaan yang rutin.

Penyakit jantung adalah semua penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan fungsi jantung. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis penyakit di jantung yang paling sering terjadi. Kondisi ini merupakan hasil dari penumpukan plak di dalam arteri koroner, yang menghambat aliran darah ke jantung serta meningkatkan risiko serangan jantung dan komplikasi lainnya.

Penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh menumpuknya kolesterol sehingga membentuk plak pada dinding arteri dalam jangka waktu yang cukup lama. Lama-kelamaan kondisi ini akan menyebabkan aliran darah tersumbat dan gangguan ini dikenal sebagai aterosklerosis. Seiring berjalannya waktu, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan otot jantung melemah, dan menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritmia (gangguan irama jantung).

Gejala penyakit jantung


Source : website Kemenkes

Pada dasarnya gejala penyakit ini akan bervariasi tergantung pada jenis penyakit jantung yang dialami. Perlu diketahui bahwa ciri penyakit jantung juga mungkin akan berbeda untuk pria dan wanita. Misalnya, pria lebih mungkin mengalami nyeri dada. Sementara selain mengalami nyeri dada, wanita juga cenderung memiliki gejala lainnya seperti sesak napas, mual, dan sering merasakan kelelahan kronis.


Namun gejala yang biasanya dirasakan adalah seperti :


  • Nyeri di dada sebelah kiri
  • Muncul keringat dingin
  • Mual
  • Sesak nafas
  • Jantung berdebar-debar
  • Pusing
  • Mudah lelah

Sangat penting untuk mewaspadai ciri penyakit jantung awal, terutama apabila sudah memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini.

Faktor-faktor dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

Image from Kemenkes website

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. di antaranya: 

1. Usia. 
Penuaan meningkatkan risiko arteri yang rusak ataupun menyempit, serta otot jantung yang melemah atau menebal. Namun dibeberapa kasus ada juga penderita dengan usia yang masih sangat muda yaitu 15 tahun.

2. Seks. 
Pria berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Namun, risiko wanita terkena penyakit ini juga cenderung akan meningkat setelah menopause atau jika lifesytle berubah kerarah yang lebih bebas.

3. Riwayat keluarga. 
Jika ayah ataupun ibu terkena penyakit ini, risiko untuk terkena penyakit yang sama juga akan meningkat. Terutama jika orang tua terkena penyakit ini pada usia dini (sebelum usia 55 tahun).

4. Merokok. 
Nikotin dan karbon monoksida yang terkandung pada rokok merupakan musuh pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

5. Diet yang buruk. 
Diet yang tinggi lemak, gram, gula, dan kolesterol akan meningkatkan risiko terkena penyakit ini di kemudian hari.

6. Tekanan darah tinggi. 
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan ataupun penebalan arteri serta menyempitkan pembuluh darah.

7. Kolesterol tinggi. 
Kadar kolesterol tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko pembentukan plak dan atherosclerosis.

8. Obesitas. 
Kegemukan merupakan penyebab berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular.

9. Diabetes. 
Diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sama halnya dengan penyakit hipertensi dan obesitas.

10. Malas olahraga. 
Minimnya aktivitas fisik juga dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit kardiosvakular dan beberapa faktor risiko lainnya juga. Stres.

Cara menghindari penyakit jantung
  • Rajin olahraga Olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat. Itu sebabnya, usahakan untuk berolahraga setidaknya 30-45 menit sehari. Lakukan jenis olahraga apapun yang disukai, karena semua olahraga pada dasarnya baik. Intinya, lakukan segala hal yang membuatmu aktif bergerak. 
  • Perhatikan asupan makanan Hindari atau batasi makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah, seperti daging berlemak, sosis dan daging burger, mentega, krim, hingga kue, biskuit, cokelat, dan permen. Intinya, batasi garam, lemak, dan gula. 
  • Perbanyak makan makanan berserat dari buah, sayur, gandum, serta kacang-kacangan. Pasalnya makanan tiggi serat dapat membnatu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Tidak hanya itu, makanan berserat juga membantu mengelola berat badan yang sehat.  
  • Hindari stres, Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Nah, untuk mencegah penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh stres, Pintar-pintarlah mengelola emosi. Kamu juga dapat mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam untuk meredakan stres yang dialami. 
  • Berhenti merokok Jika kamu seorang perokok, kamu harus mulai berusaha untuk berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok. 
  • Rutin cek tensi dan kolesterol setiap hari dapat mencegah penyakit kardiovaskular. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg.
  • Hindari mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.
Biaya untuk pengobatan penyakit ini tentunya tidak murah, 47% penderita penyakit jantung mengeluh akan mahalnya pengobatan. Bukan jutaan atau puluhan juta namun masuk ke nominal ratusan juta demi untuk menyembuhkan penyakit ini. Beberapa diantaranya harus menjual harta benda yang dimiliki untuk menjalani pengobatan.

Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan keuangan sebelum hal buruk tersebut terjadi. Memang, pastinya tidak satu pun yang mau menderita penyakit ini namun kembali lagi kita harus mempersiapkan segalanya.

AXA Mandiri hadir dengan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera dengan Asuransi Tambahan Prima Sejahtera Proteksi Dini yang merupakan pilihan solusi tepat bagi Kamu dan keluarga.

Handojo G.  Kusuma - Presiden Direktur AXA Mandiri

Solusi Perlindungan AXA Mandiri



Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan dimasa depan, AXA Mandiri meluncurkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan setiap tahapan kehidupan.

Asuransi mandiri perlindungan sejahtera memiliki manfaat perlindungan jiwa, seperti manfaat uang pertanggungan atas resiko meninggal dunia karena sebab apapun, maslahat tambahan atas meninggal dunia karena kecelakaan, maslahat tambahan ketidakmampuan karena kecelakaan dan investasi.

AXA Mandiri siap membantu masyarakat dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik dengan memperkenalkan salah satu solusi perlindungan, yaitu solusi perlindungan penyakit kritis yang memiliki manfaat antara lain 


  • 100% uang pertanggungan untuk stadium awal
  • Perlindungan jiwa sampai usia 100 tahun
  • Perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal hingga usia 85 tahun
  • 100% uang pertanggungan untuk stadium akhir hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis
  • Loyalty bonus mulai tahun polis ke 7 sampai dengan akhir masa pertanggungan
  • Bebas biaya alokasi premi (Bidoffer) dan biaya pengalihan dana investasi (Switching)
  • Biaya akuisisi yang kompetitif hanya tahun pertama.
Selain berbagai keunggulan yang ditawarkan perlindungan sejahtera solusi perlindungan penyakit kritis, AXA Mandiri juga meluncurkan beberapa solusi perlindungan lainnya yaitu solusi perlindungan jiwa dan solusi perlindungan kesehatan.

Sehat itu mahal lho readers, jadi kita harus perhatikan betul-betul dari sekarang ya :)

1 komentar:

Uci mengatakan...

Penyakit jantung serem bgt ya, penyebab kita beresiko juga banyak banget seperti pola makan yang ga bener dan kurangnya olah raga.semoga kita selalu diberi kesehatan ya

Review Pisau Dapur Premium dari Debellin Premium Cookware

Sudah sejak awal tahun 2017 lalu saya menempati rumah yang kini jadi tempat tinggal saya sekarang ini. Banyak sekali perabot rumah tangga ya...