Senin, 27 April 2020

Tips Merawat Anak Diare Dirumah

Beberapa bulan yang lalu saya punya pengalaman yang sempat buat saya kebingungan sendiri yaitu saat Zalwa terkena diare. Setiap anak butuh penanganan yang berbeda, alias tidak sama kan? Banyak saran ini itu dari teman ataupun orang sekitar, namun tentu tidak bisa semuanya saya lakukan pada Zalwa. Karena usia dan daya tahan tubuh anak itu berbeda-beda, jadi mengatasi diare tidak boleh asal. Mengatasi diare juga harus tepat dan benar. Ketika saya konsultasi ke dokter spesialis anak, menurut dokter jangan anggap sepele diare pada anak. 


Pengalaman Merawat Anak yang Sedang Diare

Selama dua hari Zalwa selalu demam, muntah dan diare sampai tengah malam. Saya pun panik, namun tetap mengevaluasi gejala diare tersebut. karena setahu kami diare itu tidak memerlukan antibiotic maka dari itu kami memutuskan untuk Seharian evaluasi Zalwa dari pagi sampai sore diare sebanyak 8 kali, disertai muntah. 



Ketika masuk hari ketiga diare

Saya mulai khawatir, takut Zalwa mengalami dehidrasi. Suami terus mensupport saya agar tetap tenang agar Zalwa juga gak worried ngelihat bundanya yang kebingungan saat itu. Namun menjelang malam, Zalwa kembali muntah, diare dan begitu terus dengan jarak yang cukup dekat. Saya pun membawa Zalwa ke dokter spesialis anak terdekat. Namun, karena tidak ada jadwal dokter spesialis anak, maka saya memilih masuk IGD. Diberi infus dan obat oleh dokter jaga. 

Sampai rumah Zalwa kami tetap diare, muntah bahkan obatpun tidak masuk. Tetapi masih mau minum air putih dengan jumlah yang lumayan banyak. Saya sudah panik saja. Kondisi diare 14 kali dalam sehari bikin saya semakin tidak tega menggendong Zalwa. Ketakutan akan dehidrasi atau telat penanganan menjadi hal yang menakutkan. Apalagi dengar kabar anak teman, ada yang meninggal akibat telat penanganan diare pada anaknya. Naudzubillahi Minzaliq 

Sampai keesokan harinya obat belum ada yang bisa masuk, setiap masuk obat langsung menolak dengan muntah berkali-kali. Lalu harus gimana? Ke dokter lagi pun jika gaada obat yang masuk kan percuma, semakin banyak lagi diarenya. Saya memutuskan untuk memberhentikan semua obat dari dokter. Zalwa pun masih minum banyak cairan Alhamdulillah. Saya diberikan beberapa saran oleh mama soal menghadapi anak diare mulai dari mengunakan rebus-rebusan daun herbal dan mencoba Entrostop Herbal Anak. 

Kata mama Zaman dulu saat belum ada Entrostop Herbal Anak mama memberikan Entrostop biasa saat saya diare dengan dosis yang lebih sedikit secara rutin tiga hari berturut-turut dan Diare berhasil diatasi. 

Entrostop Herbal Anak 


Entrostop Herbal Anak mengandung berbagai bahan alami. Daun jambu biji dan ekstra daun teh menghentikan diare dan mencegah sekresi air penyebab dehidrasi. Ekstra kunyit mengatasi perut kembung, mual dan mulas. Ekstra jahe berfungsi menghangatkan tubuh. Entrostop Herbal Anak berbentuk sirup rasa jambu yang disuka anak-anak. Entrostop Herbal Anak dijual di apotik, swalayan dan berbagai toko farmasi. 

Mengatasi Diare Anak dengan Entrostop Herbal Anak 

Setelah mendengar saran dari mama, tentunya Saya gak mau memberi anak saya Entrostop tablet dengan dosis asal jadi saya putuskan untuk mencoba Entrostop Herbal Anak sebagai langkah ikhtiar saya. Toh rasa jambunya pasti membuat Zalwa lebih nyaman. Gak pahit seperti obat lain. Jadi, Bismillah saya memberikan Entrostop Herbal Anak ini kepada Zalwa rutin. 

Alhamdulillah saat memberikan Entrostop Herbal Anak ini gak ada penolakan ataupun reaksi langsung muntah pada Zalwa. MashaAllah lega sekali dada ini saat Zalwa minum obat tapi gak pakai muntah. Menjelang hari kelima, diare pada Zalwa sudah berkurang. sudah tidak muntah lagi. Kembali ceria dan mulai beraktivitas. Biasanya waktu diare hanya tiduran dan maunya juga digendong terus. Makan pun sudah mulai masuk baik bubur ataupun camilan yang biasa saya buatkan untuknya. 

Seputar Diare 

Diare atau mencret adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar yang sering dan lebih encer dari biasanya. 

Diare merupakan suatu tanda bukan jenis penyakit diare dan muntah adalah upaya tubuh mengeluarkan racun dan virus/kuman. Tidak perlu memberi obat anti muntah atau obat memampatkan diare. Kecuali sudah konsultasi ke dokter dan dokter yang memberikan resep. Sebenarnya, obat-obat tersebut hanya mengurangi/menghentikan gejala diare/muntah. Bukan mengobati penyakitnya bahkan juga memiliki efek samping. 

Penyebab Diare? 

• Gangguan proses pencernaan (malabsorpsi) 
• Alergi bahan makanan tertentu (paling sering alergi susu/intoleransi laktosa) 
• Infeksi di usus oleh mikroorganisme patogen (paling sering oleh virus) 
• Keracunan makanan 
• Pemakaian obat-obatan, misal antibiotik yang tidak bijak sehingga mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus.

Yang perlu dilakukan Saat Diare? 

1. Cegah dehidrasi-Ganti cairan yang hilang dengan minum lebih banyak serta beri cairan rehidrasi oral (crol, mis, oralit/pedialyte) sesuai yang disarankan dokter. 
2. Jika bayi masih ASI, teruskan ASI 
3. Sebagian besar diare pada anak disebabkan virus yang akan sembuh sendiri tanpa perlu diobati apalagi diberikan antibiotik 
4. Jika tinja anak berlendir dan berdarah penyebab yang paling sering adalah amuba yang dapat diobati dengan antibiotik setelah dilakukan pemeriksaan analisis tinja. 

Diare wajib hubungi dokter jika? 

1. Diare berlangsung lebih dari 1minggu (lihat juga kondisi anak, jika beberapa hari sudah dehidrasi segera hubungi dokter) 
2. Ada darah pada tinja 
3. muntah yang sering 
4. Demam tinggi 
5. Terlihat sangat lemah 
6. Adanya Tanda-tanda dehidrasi yaitu : 
    • Buang air kecil berkurang 
    • Tidak ada airmata ketika menangis 
    • Mata,ubun-ubun, atau perut cekung 
    • Tidak mau minum 
    • mulut kering 
    • Terlihat sangat kehausan
    • Bila dicubit kulitnya cepat kembali
    • Terlihat mengantuk dan tidak responsif. 

Selain itu perlu juga area lingkungan yang bersih. Tempat tidur, lantai dan perabot makanan serta masak sendiri jika sedang terjadi perubahan musim karena banyak virus dan bakteri yang menyebar. Selain itu jangan sering bepergian keluar juga jika kondisi cuaca tak bersahabat. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan bersih ya. 


Sakit apapun pada anak tentu akan membuatnya tidak aktif seperti biasanya, hal ini akan membuat orang tua bersedih. Aktivitasnya terganggu, tidak sekolah dan apalagi bermain, mereka menjadi lemas dan juga rewel. Kalau ini terjadi betapa nikmat sehat itu mahal. Sakit juga menjadi alarm tubuh untuk lebih memperhatikan kebersihan, jaga pola hidup, istirahat yang cukup, olah raga dan tentunya konsumsi makanan yang bergizi. 

Semoga pengalaman saya merawat Zalwa yang diare bisa jadi referensi mom ya, sakit bisa datang kapan saja, menyerang siapa saja. Paling penting tenangkan diri mom dan juga pantau sakit anak sebelum ke dokter. Jaga kebersihan dan jaga kondisi tubuh, tubuh yang kurang fit mudah terkena penyakit dan biasakan hidup sehat dengan pola makan yang teratur dan bergizi serta bersih. Penting juga selalu cuci tangan dengan bersih dan benar. Nah untuk Mom yang ingin lebih banyak tau informasi tentang Diare pada anak, gejala dan penyebab diare, cara penanganan dan informasi penting lainnya bisa langsung cek di Diarepedia.com Diare jangan anggap sepele, atasi diare dengan tepat dan benar.

#MamaSiap

Tidak ada komentar:

Tips Mengatasi Mual dan Muntah Saat Kehamilan

Bagi seorang perempuan Menikah, Mengandung dan Memiliki anak pasti menjadi impian bukan? Tapi apa iya semuanya semudah dan sesimple itu? ...